30 November 2022

Dalam gambar yang diambil dari video YouTube yang diposting oleh Kementerian Pertahanan Armenia pada Selasa, 13 September 2022, personel militer Azerbaijan melintasi perbatasan dengan Armenia dan mendekati posisi Armenia. (KEMENHAN ARMENIA via AP PHOTO)

Lebih dari 200 tentara dilaporkan tewas dalam bentrokan perbatasan antara Armenia dan Azerbaijan pekan ini. Kedua pihak saling menyalahkan.

Baku – Lebih dari 200 tentara dilaporkan tewas dalam bentrokan perbatasan antara Armenia dan Azerbaijan pekan ini.

Laporan tersebut merupakan update terbaru dari Armenia dan Azerbaijan pada Jumat (16/9/2022), sebagaimana dilansir Reuters.

Baik Armenia dan Azerbaijan saling menyalahkan atas bentrokan terbaru di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Bentrokan tersebut merupakan paling mematikan antara Armenia dan Azerbaijan sejak pertempuran selama enam pekan pada 2020 yang menewaskan ribuan orang.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan, 135 personel Armenia tewas. Jumlah tersebut lebih banyak dari penghitungan awal pekan ini yakni 105 personel yang tewas.

Sementara itu, Azerbaijan melaporkan bahwa 77 personelnya tewas, lebih banyak dari penghitungan pada Kamis (15/9/2022) sebanyak 71 orang.

Kedua negara sama-sama menyatakan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat.

Armenia dan Azerbaijan telah berperang selama beberapa dekade atas Nagorno-Karabakh.

Dunia internasional mengakui Nagorno-Karabakh sebagai bagian dari Azerbaijan.

Namun hingga 2020, sebagian besar Nagorno-Karabakh dihuni dan dikendalikan oleh etnis Armenia.

Armenia mengatakan, pasukan Azerbaijan pekan ini menyerang dan merebut pemukiman di dalam wilayah Armenia, di luar Nagorno-Karabakh.

Di sisi lain, Azerbaijan mengatakan pihaknya menanggapi provokasi dari pihak Armenia.

Kedua belah pihak smenyepakati gencatan senjata yang ditengahi Rusia, mengakhiri pertempuran pada Rabu (14/9/2022) malam.

Kendati demikian, tetapi situasi di perbatasan tetap tegang.