30 November 2022
Kasus tewasnya seorang Aparatur Sipil Negara di Semarang, masih dalam penyelidikan polisi. Berikut ini fakta-faktanya.

Semarang – Warga menemukan mayat dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022).

Mayat tersebut diduga merupakan jasad Iwan Budi, aparatur sipil negara (ASN) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, yang dilaporkan hilang, sejak 24 Agustus lalu.

Sebelum hilang, Iwan Budi sempat akan diperiksa polisi atas kasus dugaan korupsi senilai Rp 3 miliar.

Mayat ditemukan di lahan terbuka milik CV Royal Family, Jalan Marina Raya.

Selain hangus terbakar, mayat tersebut ditemukan dalam keadaan tanpa kepala.

Tidak jauh dari mayat ditemukan juga sepeda motor matic berpelat merah H 9799 RA, yang diduga dikendarai korban.

Polisi juga menemukan tanda pengenal korban, nametag atas nama Iwan Budi P.

Istri Iwan, Theresia Onee Anggarawati mengatakan suaminya, Iwan Budi hilang saat berangkat kerja pada 24 Agustus 2022.

Menurutnya, suaminya sempat salah mengenakan seragam saat akan berangkat kerja.

“Seragamnya salah, sempat minta disetrikakan seragam, kemudian berangkat kerja seperti biasa. Ditunggu sampai malam, belum pulang,” tutur dia pada Jumat (9/9/2022).

Dia menjelaskan, awalnya keluarga tidak terpikir bahwa Iwan tidak pulang karena menghilang. Karena setiap akhir bulan, Iwan Budi kerap pulang terlambat karena pekerjaannya.

“Kalau akhir bulan biasanya ada lemburan. Jadi kami berpikir ada lemburan saja,” kata dia.

Dia mulai curiga ketika menelepon istri teman suaminya, pada malam harinya. Ternyata teman suaminya telah berada di rumah.

“Saya baru sadar beliau (Iwan Bud) tidak di kantor, ketika mendapat informasi dari kantornya,” ujarnya.

Bahkan Onee menyatakan, mendapat rekaman CCTV keberadaan suaminya saat berangkat kerja. Iwan terakhir terdeteksi di depan kantor Kecamatan Gajahmungkur.

Ada bekas siraman bensin di TKP

Sementara itu Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan dari pengecekan, petugas menemukan adanya bekas siraman bahan bakar atan bensi di lokasi penemuan mayat Iwan Budi.

Ia menyebut sejak awal, korban diduga menjadi korban pembunuhan.

“Karena apa? Apakah ini saudara Iwan sesuai dengan yang tanggal 24 Agustus kemarin dilaporkan hilang atau tidak, tentu saja ini kami masih harus buktikan secara saintifik dengan kedokteran forensik,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, jika dari hasil kedokteran forensik cocok dengan apa yang diduga tersebut, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut

“Nanti kami juga akan kira-kira, motif dan lainnya mungkin bisa terjawab dengan jelas,” imbuhnya

Sementara itu pada Rabu (14/9/2022) sekitar pukul 12.50 WIB, petugas menemukan jam tangan serta pisau yang diduga milik pelaku pembunuhan.

Pisau tersebut ditemukan dalam kondisi bekar terbakar.

Sebelumnya, petugas juga menemukan tulang yang diduga tulang rusuk milik Iwan Budi di lokasi tak jauh dari awal penemuan mayat.

“Sekarang kita berada di lokasi, hari ini kita menemukan bagian tubuh sepertinya tulang rusuk tidak jauh dari titik penemuan jenazah awal,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di lokasi Kawasan Marina Semarang.

Ia juga membenarkan penemuan pisau bekas terbakar yang diduga digunakan pelaku,
“Ada bagian-bagian pembakaran dari pisau yang didapatkan hari ini,” ujar dia.

Menurutnya bagian tubuh Iwan Budi yang telah ditemukan yakni tangan, lengan dan tungkai sudah dibawa ke RS. Bagian tubuh itu ditemukan sekitar 4-5 meter dari awal penemuan mayat.

“Bisa kita lihat disini merupakan padang rumput yang cukup tinggi dan membutuhkan pencarian dengan konsentrasi dan ketelitian yang dalam,” tutur dia.

Terkait bagian tubuh yang terpisah, pihaknya mengasumsikan bagian tubuh itu dibawa hewan liar atau dilempar oleh pelaku.

Untuk membantu mencari bagian tubuh korban yang belum ditemukan, anjing peliharaan milik korban Iwan Budi turut diterjunkan.

Anjing kesayangan bernama Mochi itu dibawa langsung anak Iwan dari rumah ke lokasi penemuan jenazah di Jalan Raya Marina Semarang Barat, Rabu (14/9/2022).

Saat didatangkan ke lokasi, anjing itu langsung mencari potongan tubuh Iwan yang masih belum ditemukan di semak-semak.

Sementara itu hingga saat ini ada bagian tubuh Iwan Budi yang belum ditemukan yakni tangan kanan dan kepala jenazah.

“Proses pencarian bagian tubuh yang belum ditemukan tetap kami lanjutkan. Sambil kami mendalami beberapa kemungkinan peristiwa ini terjadi,” jelasnya.