30 November 2022
Para karyawan Twitter kini merasa cemas, usai perusahaan resmi dibeli oleh Elon Musk yang sempat dilaporkan akan memecat 75% pegawai Twitter.

Jakarta – Para karyawan Twitter kini tentu cemas akan nasib mereka, usai perusahaan resmi dibeli oleh Elon Musk. Apalagi setelah para petinggi, termasuk CEO Parag Agrawal, langsung dipecat. Agrawal ini rupanya sempat lama tidak ngantor sehingga bikin para pegawai bertanya-tanya.
Elon Musk sempat dilaporkan akan memecat sampai 75% pegawai Twitter, walau kemudian ia bantah. Akan tetapi hampir dapat dipastikan akan ada pengurangan pegawai untuk efisiensi dengan jumlah tidak sedikit.

Adapun sejak Elon Musk kembali berkomitmen membeli Twitter, sosok yang rutin berkomunikasi dan menenangkan karyawan justru bukan sang CEO, melainkan Jay Sullivan yang menjabat General Manager of Consumer and Revenue Product.

Dia ini dilaporkan rutin menggelar diskusi dengan karyawan, walau pada jadwal terakhir sebelum dibeli Elon Musk, meeting dibatalkan karena alasan yang tak disebutkan. Nah, sebagian karyawan Twitter melaporkan Parag Agrawal sudah cukup lama tidak terlihat di kantor dan tidak diketahui ada di mana.

“Dia benar-benar absen selama beberapa minggu,” kata seorang karyawan Twitter yang anonim.

Dalam forum karyawan Twitter di Slack dan Twitter, tak sedikit yang komplain atas menghilangnya Agrawal. Akan tetapi Agrawal mendadak muncul kembali usai Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter.

Saat pengumuman dipecat, Agrawal berada di kantor, kemudian keluar dengan pengawalan satpam, bersama para petinggi Twitter lainnya. Belum jelas mengapa mereka sampai harus dikawal satpam.

Pastinya, Parag Agrawal tidak dipecat dengan tangan hampa. Ia diestimasi akan memperoleh kompensasi senilai USD 42 juta atau lebih dari 653 miliar.