30 November 2022
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sulit menembus level psikologis 7.100 dalam sepekan terakhir.

Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sulit menembus level psikologis 7.100 dalam sepekan terakhir.
IHSG hanya menguat 0,55% dalam seminggu ini. IHSG ditutup melemah 0,5% di 7.056,04 kemarin (28/10/2022).

Dari 5 hari perdagangan, indeks saham acuan nasional hanya mengalami apresiasi 2 kali saja yaitu di awal pekan dan pada Kamis (27/10/2022).

Namun aliran dana asing ke saham mulai masuk. Statistik perdagangan mencatat ada inflow dana asing sebesar Rp 1,5 triliun minggu ini di pasar reguler.

Secara sektoral ada tiga indeks dengan kinerja paling baik di pekan ini yaitu indeks sektoral kesehatan yang menguat 2,46% dan disusul oleh indeks sektor transportasi yang naik 1,83% serta indeks sektoral industri yang terapresiasi 1,77%.

Pasar keuangan global memang belum kondusif. Isu resesi di tahun 2023 masih terus dihembuskan oleh berbagai pihak.

Kekhawatiran soal resesi bukan tanpa alasan. Di saat inflasi masih naik, bank sentral terutama negara-negara Barat masih agresif dalam menaikkan suku bunga acuan.

Di minggu ini saja ada 2 bank sentral negara Barat yang mengetatkan kebijakan moneternya yaitu Bank of Canada (BoC) yang mengerek naik suku bunga acuan 50 basis poin (bps) pada Rabu (26/10/2022).

Selain bank sentral Kanada ada juga bank sentral Uni Eropa yaitu ECB yang juga menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps.

Rilis data ekonomi yang melampaui proyeksi dari China dan AS sebagai dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia masih belum mampu menjadi katalis positif untuk kinerja aset keuangan berisiko seperti saham.

Di awal pekan ada China yang melaporkan ekonominya tumbuh 3,9% year-on-year (yoy) pada kuartal III-2022.

Ekonomi China tumbuh lebih tinggi dari kuartal II-2022 yang hanya mengalami ekspansi 0,4% yoy dan diperkirakan hanya tumbuh 3,4% yoy oleh konsensus ekonom pada kuartal III-2022.

AS juga melaporkan kinerja ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Di kuartal III-2022, produk domestik bruto (PDB) AS dilaporkan tumbuh 2,6% secara tahunan melampaui kinerja kuartal II-2022 yang mengalami kontraksi 0,6% dan perkiraan konsensus yang tumbuh 2,4% saja.