30 November 2022
Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk.(BDMN) Yasushi Itagaki berpendapat bahwa meski tengah krisis global, keadaan ekonomi Indonesia lebih solid ketimbang negara-negara G20 lain.

Jakarta – Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk.(BDMN) Yasushi Itagaki berpendapat bahwa meski tengah menghadapi krisis global, keadaan ekonomi Indonesia dalam posisi lebih solid ketimbang negara-negara G20 lain.

Sejumlah aspek, menurut Itagaki, menjadi pemicunya. Salah satu yang dinilainya krusial adalah lonjakan harga komoditas.

Selain itu, masih menurut Itagaki, posisi kuat Indonesia saat ini juga disebabkan keberhasilan pemerintah dalam mengelola ekonomi fiskal hingga menjaga arus perdagangan. Meski mata uang rupiah pun tak luput dari pelemahan terhadap nilai dollar, Itagaki melihat level pelemahan mata uang Indonesia tidak seterpuruk mata uang negara-negara senasib lain.

Namun, Itagaki juga menggarisbawahi bahwa Indonesia tidak bisa serta merta jemawa. Mengingat, kondisi perekonomian global sedang bergejolak.

Di tengah kondisi yang menantang ini, Itagaki pun menjanjikan bahwa BDMN akan mengawal ketahanan ekonomi di kalangan nasabahnya. BDMN juga menyatakan tekad untuk memperkuat strategi proaktif, alias jemput bola, dalam melayani kebutuhan nasabah. Baik kebutuhan pendanaan maupun layanan perbankan lain.

“Jika dahulu bank menunggu nasabah untuk mendapat layanan perbankan, sejak diakuisisi oleh MUFG, Danamon lebih proaktif dalam mendekatkan diri kepada nasabah,” kata Itagaki kepada Bisnis, Kamis 28 Oktober 2022.

Perusahaan telah menggelar pameran business matching yang melibatkan korporasi lokal nasabah Bank Danamon, dengan perusahaan-perusahaan multinasional di berbagai negara. Perseroan juga menggelar seminar yang mempertemukan antara korporasi di Jepang dan Asia Tenggara, yang merupakan klien dari MUFG.

“Kami menganalisa kebutuhan dari kedua pihak, kemudian mengundang dan membuat pertemuan di zoom meeting. Agenda ini banyak diikuti oleh perusahaan-perusahaan Indonesia, sehingga mereka bisa menemukan kanal distribusi, suplai dan lain sebagainya, dari berbagai sektor industri,” kata Itagaki.

Itagaki juga mengatakan untuk menjaga pertumbuhan pada tahun depan, perseroan akan berfokus dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, termasuk melalui pengembangan teknologi.

Dia mengatakan sektor otomotif merupakan salah satu industri yang memberikan output ekonomi yang besar di Indonesia, dengan jumlah tenaga kerja yang besar.

Industri memiliki tantangan evolusi teknologi, seperti teknologi digital dan teknologi hijau, di mana tantangan ini jika tidak dapat diselesaikan akan memiliki beragam dampak. Oleh sebab itu, lanjutnya, BDMN ingin memberikan bantuan kepada industri dengan harapan turut membantu ekonomi Indonesia.

“Selain itu, kami juga memiliki posisi yang unik di industri ini. Induk kami [MUFG] adalah bank utama untuk hampir semua perusahaan manufaktur otomotif di Jepang seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, itu semua adalah pelanggan MUFG,” kata Itagaki.

Patut digarisbawahi jika anak usaha Danamon, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), menyandang predikat sebagai salah satu pemimpin pasar perusahaan pembiayaan untuk kendaraan roda dua dan roda empat di Indonesia.

Kombinasi kapabilitas induk dan anak perusahaan di bidang otomotif, sejauh ini, bikin Danamon Group menjadi satu-satunya perusahaan yang dapat menghadirkan solusi finansial menyeluruh bagi sektor otomotif.

Itagaki juga optimistis industri otomotif tetap bertumbuh di tengah kondisi yang menantang ini.

“Kami mengkombinasikan keduanya dan kami membuat sesuatu yang besar. Jadi itu adalah alasan kami fokus pada industri otomotif.”

Sekadar informasi, pada semester I/2022 Bank Danamon membukukan laba sebesar Rp1,7 triliun, meningkat 70 persen year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai faktor, salah satunya pertumbuhan kredit yang mencapai 6 persen yoy menjadi Rp139,7 triliun.

Adira Finance juga turut berkontribusi atas pertumbuhan laba. Pembiayaan dari Adira Finance meningkat 21 persen yoy.