1 Desember 2022
Sepekan setelah angin puting beliung menerjang Desa Sidokepung, kini mayoritas warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

Surabaya – Sepekan setelah angin puting beliung menerjang Desa Sidokepung, Keamatan Buduran, Sidoarjo, kini mayoritas warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka memilih pulang dari pengungsian, walaupun rumah masih diperbaiki.

Kemarin (30/10) terlihat kesibukan warga di berbagai sudut kampung. Suara kayu yang diketok palu juga terdengar bersahutan. Sebagian warga terlihat membenahi atap, sebagian lagi membersihkan sisa puing-puing. Ketua RT 22, RW 06 Mat Ngali mengatakan, sisa puing tersebut mungkin akan dibersihkan relawan pada esok hari.

Pria yang akrab dipanggil Ali itu menambahkan, hampir semua warganya yang terdampak sudah mendapatkan bantuan material bangunan dari Pemkab Sidoarjo. ’’Alhamdulillah, 40 lebih rumah yang terdampak sudah menerima material, baik itu kayu, atap, maupun paku,’’ ujarnya. Namun, belum semua bisa mengerjakan perbaikan.

Sementara itu, di RT 24, RW 06 kebanyakan warga mengaku kesulitan untuk mencari tukang yang berasal dari sekitar. Meski begitu, dari 51 rumah yang rusak di RT 24, setidaknya tersisa enam rumah saja yang belum selesai dibenahi.

’’Memang ada dana tukang, tapi kesusahan memang cari tukang. Kalau mau pakai tenaga warga, juga banyak yang kerja,’’ tutur Suherman, wakil ketua RT 24, RW 06.

Hingga Jumat (28/10) BPBD Sidoarjo sudah mengirimkan sekitar 4.000 genting ke Desa Sidokepung. Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito mengatakan, untuk Desa Sidokepung, dari 400 rumah yang terdampak, setidaknya ada 127 rumah yang atapnya telah dibangun. ’’Memang ini bertahap dan tidak bisa langsung selesai begitu saja,’’ ucapnya.

Ada sekitar 200 lebih rumah yang masih tahap perbaikan. Sedangkan klaim dari warga yang membeli material sendiri hingga saat ini masih didata. ’’Laporan klaim sudah kami himpun dan secepatnya kami proses. Bantuan relawan masih berlangsung, begitu juga posko,’’ ungkapnya.