30 November 2022
Festival Halloween yang biasa dirayakan setiap 31 Oktober bisa berubah menjadi tragedi ketika 156 orang tewas berdesakan.

Jakarta – Festival Halloween yang biasa dirayakan setiap 31 Oktober bisa berubah menjadi tragedi ketika 156 orang tewas berdesakan. Peristiwa ini terjadi di Itaewon, Korea Selatan, pada Sabtu, 29 Oktober 2022.

Itaewon memang menjadi pusat Korea Selatan yang popular bagi orang-orang untuk merayakan Halooween. Namun sebenarnya, dari mana asal festival Halloween?

Halloween Bangsa Celtic

Melansir History, Halloween pada awalnya berasal dari festival Celtic Kuno Samhain. Bangsa Celtic yang hidup 2000 tahun lalu di daerah yang sekarang menjadi Irlandia, Inggris Raya, dan Perancis Utara itu merayakan tahun baru mereka setiap 1 November.

Tanggal 1 November adalah hari yang menandai akhir musim panas dan musim panen, serta mengawali musim dingin yang gelap dan selalu dikaitkan dengan kematian manusia.

Mereka percaya pada malam sebelum tahun baru, batas antara dunia hidup dan dunia mati menjadi dekat sehingga hantu orang mati akan kembali ke bumi.

Untuk memperingati hari itu, Druid (pendeta/orang suci) akan membangun api unggun suci. Di api unggun itu, orang-orang Celtic akan membakar tanaman dan hewan sebagai pengorbanan kepada Dewa Celtic. Dan selama perayaan, mereka akan mengenakan kostum yang berasal dari kepala atau kulit hewan.

Pada zaman di mana kekaisaran Romawi berhasil menaklukan wilayah Celtic, mereka mulai menggabungkan antara festival asal Romawi dengan festival Celtic. Seperti Feralia, yaitu peringatan bagi orang mati, dan Pomona, penghormatan bagi Dewi Buah yang disimbolkan dengan apel. Dan tradisi ini menjadi awal Apel Bobbing yang dilakukan pada Halloween masa kini.

Pada abad ke-9, pengaruh kekristenan menyebar di tanah Celtic dan gereja menjadikan tanggal 2 November sebagai sebagai All Saints’Day atau Hari Semua Jiwa. Pada hari itu, banyak hal yang dilakukan sama seperti festival Celtic, seperti api unggun besar, parade, dan berpakaian seperti orang suci, malaikan, dan setan. Perayaan All Saints’Day ini disebut All Hallows dan seiring waktu berakhir dengan Halloween.

Halloween di Amerika

Sebagai negara yang pernah dijajah oleh Inggris, pengaruh festival Halloween juga tersebar di Amerika. Ketika tradisi Eropa ini menyatu dengan orang Indian Amerika, lalu muncul Halloween versi Amerika yang menampilkan penceritaan kisah hantu dan segala jenis kejahatan.

Para paruh abad ke-19, banyak imigran yang datang ke Amerika, terutama orang-orag Orlandia yang melarikan diri dari Kelaparan Kentang Irlandia, lalu mereka yang mempopulerkan perayaan Halooween secara nasional.

Pada 1920 hingga 1950, perayaan Ahlloween terus berkembang dan menjadi hari libur nasional. Bahkan pada saat ini, Halloween merupakan hari libur komersial terbesar kedua setelah hari Natal.

Itulah sejarah Halloween yang sampai saat ini masih dirayakan oleh sebagian besar negara di Eropa dan Amerika, bahkan di negara-negara Asia.