30 November 2022
Polda NTB menahan sembilan pegawai tempat hiburan malam pada sebuah hotel berbintang di Mataram.

Mataram – Polda NTB menahan sembilan pegawai tempat hiburan malam pada sebuah hotel berbintang di Mataram. Mereka masing-masing berinsial KB, DS, RP, SD, SB, AW, AR, RR, dan JD.

Mereka menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap empat pemuda berinisial MF, RA, RH, dan AN.

”Semua saksi sudah kami periksa. Kami juga sudah mengantongi hasil visum terhadap korban,” kata Dirreskrimum Polda NTB Kombespol Teddy Ristiawan, Minggu (30/10).

Penganiayaan itu dilakukan di dua tempat. Pertama di depan sebuah swalayan di wilayah Dasan Cermen, Mataram. Kedua di rumah yang dihuni para korban di wilayah Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat (Lobar). ”Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 Wita, Sabtu (22/10) lalu,” ungkapnya.

Awalnya keempat korban dan seorang temannya yang lain bernama Anshari yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor melintas di depan hotel. Mereka melontarkan cacian ke para pegawai tempat hiburan malam yang sedang duduk di kafe. ”Mereka (para korban) dalam kondisi mabuk,” kata Teddy.

Para pegawai yang tidak terima dengan tingkah korban, lalu mengejarnya. Namun pengejaran mereka tidak membuahkan hasil. ”Awalnya berhasil lolos dari pengejaran,” tuturnya.

Namun, para pemuda tersebut malah balik lagi melintas di depan tempat hiburan malam tersebut. Lalu mengancungkan tangan yang memberi kesan menantang para pegawai.

Para pelaku pun terpancing emosinya. Mereka kemudian mengejar korban. ”Ada yang mengejar menggunakan sepeda motor dan mobil,” kata dia.

Sesampai di wilayah Dasan Cermen, mereka berhasil mencegat motor yang dikendarai MF. Sementara Anshari berhasil kabur. ”Saat itu korban dikeroyok sampai babak belur,” ungkapnya.

Tidak puas dengan penganiayaan itu, para pelaku memasukkan MF yang berboncengan RA ke dalam mobil. Mereka menjadikannya penunjuk jalan mencari untuk mencari rekannya yang lain.

”Dari situ pelaku berhasil mengejar para korban hingga ke rumah yang ditempati para korban. Lokasinya di wilayah Terong Tawah. Dua rekannya RH dan AN dianiaya,” tuturnya.