30 November 2022
pelarut obat sirup, seperti propilen glikol dan polietilen glikol yang diduga memicu ratusan kasus gagal ginjal akut di Indonesia.

Jakarta – Gaduh cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada pelarut obat sirup, seperti propilen glikol dan polietilen glikol yang diduga memicu ratusan kasus gagal ginjal akut di Indonesia. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, mungkinkah pelarut yang digunakan pada obat sirup tersebut juga dipakai oleh produk makanan?
Terkait hal itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito buka suara. Ia menjelaskan, banyak produk makanan yang juga menggunakan pelarut.

“Kalau berdasarkan pengetahuan kami sampai dengan saat ini yang digunakan oleh makanan adalah sorbitol dan PG ya,” ungkap Penny dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Menteri Kesehatan RI, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rabu (2/11/2022).

Meskipun demikian, dikatakan Penny, pelarut-pelarut tersebut sudah dibuktikan melalui uji samping hingga dibahas oleh para pakar di bidang pangan, sehingga masih aman untuk dikonsumsi.

“yang sudahdibuktikan dan sudah disampling, sudahdiuji,dan sudah dibahasa oleh para ekspertdi bagian pangan. Sarbitol yang palingbanyakdipakai (produksipangan) tapimasih dalamdosis yang aman sarbitol,” ucapnya saat rapat kerjakomisi XI