30 November 2022
Gedung Putih Presiden Amerika Serikat (AS) telah menyatakan keprihatinannya bahwa beberapa masalah kebijakan luar negeri makin serius.

Jakarta – Gedung Putih Presiden Amerika Serikat (AS) telah menyatakan keprihatinannya bahwa beberapa masalah kebijakan luar negeri paling mendesak yang dihadapi negara itu di Eropa, Asia Timur dan Timur Tengah telah mulai menyatu menjadi satu masalah serius.
Pasalnya, AS menduga Korea Utara (Korut) dan Iran telah membantu Rusia dalam perangnya di Ukraina.

Koordinator Komunikasi Strategis Dewan Keamanan Nasional John Kirby menyatakan Pyongyang telah membantu Moskow dalam menambah jumlah persenjataan negara itu.

“Pyongyang secara diam-diam memasok sejumlah besar peluru artileri untuk perang Rusia di Ukraina, sambil mengaburkan pengiriman, dengan membuatnya tampak seperti akan pergi ke negara-negara di Timur Tengah, dan Afrika Utara,” jelasnya dikutip Newsweek, Kamis (3/11/2022).

Kirby pun ikut membahas penilaian yang menunjukkan bahwa Iran telah mengalihkan drone ke Rusia untuk perang di Ukraina. Teheran juga disebut juga sedang dalam proses pengiriman rudal permukaan-ke-udara untuk digunakan dalam konflik.

Selain itu, Kirby mengatakan bahwa ada kekhawatiran yang lebih besar dari pemerintahan Presiden Joe Biden terhadap Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin pada saat ini. Pasalnya, di saat Rusia disebutkan telah kehilangan logistik yang banyak, ada negara-negara yang membantu Moskow.

“Tapi itu juga merupakan tanda seberapa besar dia menggandakan untuk melanjutkan perang ini sehingga dia bersedia keluar dari garis kehidupan, seolah-olah, untuk mencari pemasok asing untuk terus membunuh Ukraina,” tambahnya.

“Dan ya, ini mengkhawatirkan bahwa negara bangsa mana pun di seluruh dunia akan secara diam-diam atau nyata mendukung Tuan Putin.”

Dengan adanya dukungan ini, Kirby menegaskan langkah Washington untuk mengejar ‘langkah-langkah pertanggungjawaban yang tepat’ terhadap kedua kekuatan itu. Ini akan dimulai dari forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pernyataan itu muncul di tengah perkembangan bergejolak terpisah di sekitar Korut dan Iran. Dalam serangkaian eskalasi profil tinggi terbaru yang meletus di Semenanjung Korea dalam beberapa pekan terakhir, Korut telah meluncurkan beberapa rudal ke wilayah Korsel pada beberapa hari terakhir.

Dengan Iran, AS memberikan dukungannya pada demonstrasi besar-besaran di Negeri Persia yang memprotes kematian seorang wanita muda bernama Mahsa Amani. Washington juga telah menjatuhkan sanksi tambahan bagi pejabat negara itu.