30 November 2022
Ekonom terkemuka Nouriel Roubini mengungkapkan bahwa dunia saat ini telah memasuki Perang Dunia Ketiga (PD III).

Jakarta – Ekonom terkemuka Nouriel Roubini mengungkapkan bahwa dunia saat ini telah memasuki Perang Dunia Ketiga (PD III). Ini melihat dari eskalasi perang Rusia-Ukraina serta konflik China-Taiwan yang menyeret kekuatan Barat pimpinan Amerika Serikat (AS).
Dalam sebuah wawancara pekan lalu dengan Der Spiegel, Roubini mengungkapkan bahwa dunia saat ini mengalami tegangnya hubungan antara kekuatan besar. Ini juga termasuk meruncingnya hubungan Iran dan Israel.

“Saya membaca bahwa pemerintahan Biden mengharapkan China untuk menyerang Taiwan lebih cepat daripada nanti. Perang Dunia III sudah efektif dimulai,” papar figur yang dikenal sebagai Doctor Doom itu seperti dikutip Russia Today, Rabu (2/11/2022).

Selain eskalasi politik, ia menilai persaingan antara Washington dan Beijing telah mendorong ketegangan ke tingkat yang besar. Apalagi, imbuhnya, AS telah melarang ekspor semikonduktor tertentu ke China dan menekan negara-negara Eropa untuk memutuskan hubungan perdagangan dengan Beijing didasarkan alasan keamanan nasional.

“Perdagangan, keuangan, teknologi, internet: Semuanya akan terbelah dua,” prediksinya.

Menurutnyanya, tidak jelas apakah negara-negara non-sekutu akan memilih pihak AS dalam konflik. Hal ini dibuktikan oleh negara Afrika yang menganggap kedua kubu besar dunia tetap akan melakukan sesuatu terhadap negara di wilayah itu.

“Saya bertanya kepada presiden negara Afrika mengapa dia mendapatkan teknologi 5G dari China dan bukan dari Barat. Ia mengatakan kepada saya, ‘kami adalah negara kecil, jadi seseorang akan tetap memata-matai kami. Kemudian, saya mungkin juga mengambil teknologi China, lebih murah’,”ungkap ekonom itu.

Mencuatnya wacana PD III sebelumnya diproyeksikan dari tegangnya hubungan AS dan Rusia serta China. Dengan Rusia, AS tetap menyatakan diri menolak serangannya ke Ukraina dan membantu Kyiv dalam merebut kembali wilayah yang diambil Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin pun menegaskan akan melakukan apapun untuk mempertahankan wilayah yang diambilnya di Ukraina. Ia bahkan mencontohkan AS yang menurunkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, memberikan sinyal terkait perang nuklir.

Sementara itu, dengan China, AS tetap menyatakan dukungannya terhadap Taiwan. Di sisi lain, Presiden China Xi Jinping tetap menegaskan akan melakukan langkah apapun untuk mematahkan kemerdekaan pulau yang diklaimnya itu.